Kritik terhadap “Konsep Uang dan Pasar Valuta Asing saat ini”
April 18th, 2009 by krisdepgue tulis ini sebagai respon dari nonton acara “Opportunity In Crisis” di MetroTv
akhirnya gue baru tau arti sebenarnya “menetapkan” nilai ekonomi terhadap suatu barang dengan
terminolgi “uang” dan “emas”…kenapa banyak ekonom muslim berteriak lantang terhadap
penggunaan uang model sekarang…termasuk instrumen Forex (nilai tukar antar mata uang)..
dan mengecam keras penggunaan uang kertas dan menghimbau untuk kembali pada uang yang
memiliki nilai intrinsik yang pantas…
“uang” yang kita kenal sekarang adalah hanya sebuah kertas yang diresmikan oleh pemerintah
nilai ekonomisnya…mulai dari 1000 sampai 100rb rupiah…lalu apakah pantas sebuah kertas
menyandang nilai ekonomis sedemikian timpang dari nilai aslinya…
so…akhirnya karena mencetak uang juga mudah (lebih mudah daripada uang berbentuk emas)..
hal ini menjadikan penggelembungan asset/nilai intrinsik yang sebenarnya ada di pasar yang
riil…
dan buruknya juga dengan infrastruktur ekonomi global saat ini yang diawaki “liberalisme”
yaitu adanya pasar valuta asing (forex,inget nih yang punya niat main2 di forex,yang elo lakuin
bakal punya dampak buruk buat kehidupan orang lain secara ga langsung,kecuali elo adalah tipe
orang yang begitu mementingkan kantong dan perut sendiri sehingga rela melihat orang susah tambah susah ya silakan aja
lakukan yang elo mau,it’s up to u)
what wrong with forex….sama2 kita ketahui bahwa nilai antar mata uang berbeda-beda, 1 dollar itu kira2
sama dengan 11rb rupiah…what the hell,kenapa juga nilai mereka bisa lebih tinggi…yah klo mau dijelasin
bisa panjang lebar dan gue juga gak punya kompetensi untuk bahas ini lebih detil…
yang gue soroti adalah “liberalisme” membebaskan apa yang disebut produk derivatif (produk turunan dari si sektor riil)…
jika kita mengolah suatu bahan dasar misal kelapa menjadi suatu produk yang lebih tinggi nilainya misal
minyak kelapa maka kita sudah berjasa menaikkan nilai suatu produk melalui jalur yang benar…
kumpulan dari kegiatan2 ekonomi untuk menambah nilai barang/jasa melalui suatu proses produksi disebut dengan
istilah “sektor riil”…nah oleh liberalisme dibuatlah suatu sistem dukungan (derivatif) yang tujuannya untuk menyokong
“sektor riil” melalui pembiayaan…termasuk diantaranya adalah sektor saham, forex, pinjaman berbunga dkk…
Apa yang salah adalah “sektor un-real” ini?
bagian unreal ini dimainkan dengan begitu mudah oleh “orang2 berduit yang berhati-kecil”
(karena memang godaan uangnya begitu besar) sehingga terjadi penggelembungan2 aset dari aset sektor riil sebenarnya
….orang mengambil untung dari transaksi naik-turun saham (padahal belum tentu perusahaan yang dimaksud mengalami
penurunan/kenaikan produksinya)…orang juga mengambil keuntungan dari selisih nilai tukar mata uang…beli dolar
di level 11rb dan menunggu saat negara jeblok (disisi lain pemerintah banting tulang untuk menjaga nilai mata uangnya
supaya kuat), mereka bergembira jika nilai rupiah turun dan mulai melakukan “aksi ambil untung untuk dirinya sendiri”
dan misal menjual dolarnya di level 11.500…huhhh mo jadi apa orang-orang macam begini….
sementara “para Petani” bersusah payah bekerja dan hanya memperoleh pendapatan sedikit…mereka ongkang-ongkang kaki
di kantor yang ber-ac memainkan produk derivatif yang mereka gaungkan dengan istilah “investasi”…dan mendapat hasil
besar…”dunia emang ga adil sama orang kecil, dan orang besar tidak pernah merasa cukup dengan kepunyaannya”
…………….dan “empunya” Liberalisme mulai mendapat Karmanya………….
hey man klo mau uang banyak kerja dong..kerja yang bener…jangan cuma ongkang2 kaki nunggu duit lo tumbuh..
investasikan dana yang elo punya dengan benar…dont be too “Rakus”…mo uang cepet aja..
gunakan untuk membiayai suatu proses produksi…entah bikin warung bakso…bikin warnet..dll…dekatkan investasi
dengan sektor riil….
“Ingatlah pada hartamu juga terdapat harta untuk orang lain”…jangan senang jika tindakanmu membuat orang lain susah..
klo pengen ngerasa lebih bahagia dengan uang yang lo punya, cobalah investasi ke produk-produk Allah, salah satunya
adalah Sedekah…coba deh…lebih enak kok daripada investasi sama manusia…
Wallahu alam bishowab
