Partikel Kuantum Pengatur Semesta
Kuncoro Wastuwibowo
Adz-Dzariyat
Bismillahirrahmaanirrahiim
- Demi partikel-partikel yang sangat-sangat halus
- Yang membawa beban berat
- Yang mengalir dengan mudah
- Yang membagi-bagi urusan
- Sesungguhnya yang dijanjikan padamu pasti benar
- Dan sesungguhnya pembalasan pasti terjadi
Dzariyat, berasal dari
dzarrah, partikel-partikel lembut. Partikel macam apa yang lembut, tapi
mampu membawa beban berat, dan tetap mengalir dengan mudah.
Pada tulisan sebelumnya
yang lalu, tentang enam masa penciptaan semesta, kita mengkaji empat
macam interaksi pengikat (rawasiya): gravitasi, elektromagnetika,
interaksi kuat, dan interaksi lemah. Pada awal abad ini, Einstein
menemukan bahwa elektromagnetik, yang selama ini dipandang sebagai
gelombang [energi], dapat dipandang juga sebagai satuan-satuan kecil
yang bulat. Ini kemudian membuka lahan baru ilmu fisika yang disebut
dengan teori kuantum. Teori kuantum memandang setiap bentuk gelombang
energi sebagai paket-paket kecil berbilangan bulat. Contohnya, kita
bisa memperoleh cahaya sebesar satu paket, dua paket, dll, tapi tidak
bisa setengah paket.
Fokus pertama teori
kuantum adalah pada gelombang elektromagnetik, termasuk cahaya. Satu
paket kuantum cahaya disebut sebuah foton. Foton memiliki energi
sebesar hasil kali frekuensinya dengan tetapan yang disebut tetapan
Planck.
Interaksi lemah
ditransmisikan oleh kuantum W dan Z, yang dihipotetiskan Weinberg,
Glashow, dan Abdussalam, dan baru dibuktikan keberadaannya tahun 1983.
Kuantum W dan Z secara umum disebut boson madya.
Interaksi kuat dibawa
oleh kuantum yang disebut gluon. Namanya gluon, glue, lem, karena
partikel ini digambarkan sebagai lem yang melekatkan quark-quark dalam
satu inti atom. Gluon terbukti ada pada tahun 1979.
Kuantum pembawa
gravitasi masih belum berhasil ditampakkan, karena membutuhkan energi
yang terlalu besar untuk bisa melihatnya. Secara hipotetis, kuantum ini
dianggap ada dan dinamai graviton.
Dalam skala amat kecil
itu, paket-paket kuantum tampak seolah-olah sebagai partikel. Dan
memang pada skala itu tidak mungkin didefinisikan beda energi yang
sudah berbentuk paket itu dengan partikel. Jadi akhirnya kita terbiasa
menyebut partikel W dan Z, partikel gluon, dll.
Dan partikel-partikel
yang sangat-sangat halus ini lah yang digunakan sebagai sarana mengatur
kelangsungan alam semesta. Bayangkan, alam semesta yang luar biasa
berat ini bergerak teratur dalam lintasannya, dari skala yang
sedemikian besar, sampai bagian-bagian terkecilnya, atas sarana
partikel-partikel halus ini.
Dan partikel-partikel
kuantum halus ini dapat mengalir dengan mudah. Tidak seperti materi
lain, partikel kuantum mampu bergerak pada kecepatan cahaya. [Ah tentu
saja. Seperti yang telah diuraikan, partikel foton itu memang cahaya
itu sendiri :)].
Partikel-partikel ini,
seperti telah dijelaskan, berbagi urusan. Gluon mengikat quark menjadi
proton dan netron. Boson madya mengurusi ikatan inti atom kecil dalam
inti atom besar. Foton menjadi pengurus ikatan inti atom dengan
elektron menjadi atom serta melakukan urusan- urusan lain yang berkait
dengan kelistrikan, kemagnetan, gelombang elektromagnetik [cahaya,
sinar x, radio, televisi, telepon seluler], dan juga berkecimpung dalam
bisnis kimia. Graviton bermain dalam bisnis konstruksi massa atom-atom
dalam jumlah fantastis yang membentuk bintang dan planet, tatasurya,
galaksi, supercluster, dan mengatur gerak benda-benda berat itu dalam
lintasan yang pasti.
Dan Allah, pencipta
keteraturan yang indah itu, bersumpah demi keteraturan ciptaannya itu,
bahwa apa yang dijanjikan kepada kita [dalam Al-Qur`an] pasti benar,
dan bahwa pembalasan akan dilakukan [sesuai perbuatan].
Sungguh, ini peringatan yang keras bagi yang mengetahui.
Sumber : Kun.co.ro